Journal review: interaksi sosial anak melalui buku cerita

“ She laughed and she cried as she read, and she exclaimed aloud in the high and echoing room: “Wow!” (Spinelli, 1997, p. 74)”

Sebuah buku dapat berfungsi sebagai semacam tiket ajaib untuk menuju tempat-tempat imajinasi, atau bagamaina buku menjadi kartu ajaib untuk menemukan karakter anak dan yang  paling dibutuhkan pada saat itu. Jelas dalam hal ini dapat digambarkan bahwa buku yang baik dapat memiliki pengaruh penting pada pikiran pembaca. Sebagai contoh, mungkin kebanyakan dari kita masih ingat tentang buku favorit yang telah meninggalkan kesan abadi pada diri kita. Dengan buku akan membawa sukacita bagi kehidupan kita hari ini dan untuk kehidupan selamanya, dan kewajiban kita sebagai orang dewasa untuk membantu anak-anak supaya juga mengalami sukacita ini.

Pengaruh penting sebuah buku pada pikiran anak, dapat memberikan informasi tentang pengalaman yang akan membantu tugas perkembangan:

-          Emosi positif diciptakan dari rutinitas membaca, yang menghasilkan kedekatan, keintiman, dan rasa aman.

-          Dialog sosial yang interaktif antara anak-anak dan orang dewasa dapat membangun pengetahuan sebelumnya dan memberikan umpan balik yang cepat, pada saat mereka membahas, misalnya ketika membaca buku seri cerita “binatang”.

-          Bahasa yang digunakan untuk label, membandingkan, menjelaskan, dan mengklasifikasikan dapat menciptakan suasana yang mendukung untuk penataan proses berpikir dan pembentukan konsep.

Setiap domain perkembangan linguistik, kognitif, sosial, dan emosional dipengaruhi selama terjadinya shared story book reading, Semuanya memainkan peran penting dalam domain perkembangan anak. Meskipun setiap domain merupakan suatu pendekatan teoritis bagi perkembangan anak, tidak ada teori tunggal yang bisa menjelaskan kekayaan kompleksitas dari perkembangan (Santrock, 1999).

Tulisan ini menggambarkan hubungan antara perkembangan anak dan interaksi sosial melalui pemilihan sastra anak-anak bagi promosi pemerolehan literasi. Sebuah diskusi tentang pentingnya memahami perkembangan anak untuk pengajaran, pembelajaran, dan pemilihan sastra yang tepat dan bagaimana mendukung pengalaman anak-anak dengan literatur yang bermanfaat serta optimal. Tulisan ini juga membahas kerangka kerja untuk memahami sifat yang saling terkait dari perkembangan, kognitif sosial, emosional, bahasa, dan literasi anak serta pemilihan sastra yang tepat.

Pemilihan buku yang tepat untuk anak adalah kunci untuk memberikan pengalaman yang menghasilkan dan membantu perkembangan literasi, atau jika literatur tersebut tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak, maka apa yang akan diperoleh dari buku tersebut dan bagaimana ia akan bisa menanggapi buku tersebut. Buku yang tepat juga harus mempertimbangkan tata letaknya, pengulangan, berima, format yang memiliki motif, dan konsep sederhana yang mempromosikan perkembangan kognitif.

Pendidik mestinya melihat bahwa masalah perkembangan anak, mengajar, dan belajar serta hubungan timbal balik, harus dipahami tentang karakteristik umum perkembangan anak dan peran melalui interaksi sosial dapat membantu pendidik dalam memilih buku yang mencerminkan kebutuhan anak sesuai dengan tahapan perkembangan dalam rangka mempromosikan literasi dini.

Johnson C. Denise (2003) The Role of Child Development and Social Interaction in the Selection of Children’s Literature to Promote Literacy Acquisition, ECRP Volume 5 Number 2 2003.